Senin, 26 Januari 2015

1.  ASAL MULA KEJADIAN ALAM

Sebetulnya dahulunya alam semesta ini belum ada. Itu waktu belum ada perhitungan tahun, bulan, minggu dan hari. Karena belum ada matahari dan bulan. Ketika itu Cuma yang ada zat yang wajibul-wujud, ia zat Allah Tuhan yang maha pencipta, dan alam semesta ini, termasuk semua isinya dinamakan “makhluq” artinya yang diciptakan.
Jadi jelaslah bagi kita sekarang, adanya perhitungan tahun seperti sekarang ini, karena adanya peredaran matahari dan bulan.
Entah sudah berapa juta tahun umur bumi ini hanya Allah mengetahui, manusia Cuma dapat mengira-ngira saja.
Apakah tidak datang (kabar berita) kepada manusia suatu zaman yang tidak dapat disebut-sebut (menurut perhitungan manusia)”  (SURAH AD-DAHR AYAT 1)
Maka dengan keterangan ayat diatas hanya Allah yang tahu kapan, berapa, sudah lamanya tuhan jadikan dunia ini serta isinya.
Allah SAW Maha Kuasa. Ia menciptakan alam semesta semuanya tidak menggunakan alat atau perkakas. Bila dia menjadikan sesuatu, cukuplah dengan menggunakan kalimat “Kun” jadilah lalu terjadi seperti firman Allah dalam surah Yasin ayat 82 :
“ Sesungguhnya perintahnya, apabila ia menghendaki sesuatu, Cuma ia berkata (jadilah) lalu terjadi”
Firman Allah di dalam hadist Qudsi :
“ Aku adalah gudang yang tersembunyi. Maka aku suka agar aku dikenal, lalu aku ciptakan makhluq supaya ia mengenal (aku).”
Dalam ayat lain Allah mengatakan, dalam surah Yunus ayat 3 :
“ Sesungguhnya Tuhan itu, ialah yang menciptakan beberapa langit dan bumi, didalam enam masa. Kemudian dia menciptakan serta dialah yang mengatur dan serta dialah yang menguasai seluruh apapun yang berada di Arasy dan alam lainnya.”
Jadi jelasnya yang mengatur semua kejadian alam,makhluk manusia, bintang, matahari, hidup dan mati, adalah Allah SWT.
Para pembaca yang budiman.
            Teranglah sudah bagi kita sekalian bahwa dulunya alam semesta ini tidak ada. Maka yang ada ialah yang mengadakan alam semesta ini yaitu zat Allah SWT.
Sesungguhnya Allah menciptakan pertama-tama adalah yang dinamakan Ruuhul A’zhom dari Nur-ahadiyah-nya. Maka dari Ruuhul A’zhom itu Allah jadikan segala ruh makhluk yang bernyawa.
Apakah yang dinamakan “Ruuhul A’zhom” itu? Ialah segala ruh. Yaitu ruh Nabi Muhammad SAW.
Sesungguhnya Allah Ta’ala selain mempunyai sifat Alrahman dan Alrahim juga mempunyai sifat Jalaal dan Jammaal, artinya maha besar dan maha indah. Diciptakan Nur Muhammad SAW dari alam “adam” kepada alam “wujud”, bentuk dan susunan semua alam yang maujud ini. Sesuai dengan firman Allah didalam surah Al-baqoroh ayat 6 :
“Apakah engkau tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah itu diatas tiap-tiap sesuatu maha kuasa?”
Dari Ruuhul-A’zhom itu, diciptakan ruh para nabi, kemudian ruh para wali, kemudian ruh para umat manusia. Kemudian ruh para malaikat, ruh bangsa jin, kemudian ruh bangsa hewan dan kemudian ruh tumbuh-tumbuhan.
Selain itu Tuhan jadikan empat unsur atau anasir yaitu air, api, angin (udara) dan tanah. Maka dari empat anasir itu, tuhan jadikan makhluk, dijadikan langit dan bumi, malaikat dan jin, manusia dan binatang dan lain-lain.
Pada riwayat lain, Allah Ta’ala jadikan suatu pohon namanya “Sajarotul Yaqiin” atau “Sajarotul-Muttaqin” suatu pohon raksasa. Tidak ada orang dapat menduga besarnya, hanya allah Ta’ala yang tahu.
Kemudian Allah menciptakan Nur-Muhammad itu seperti rupa burung merak. Lalu dimasukkan kedalam kurungan mutiara, lalu digantungkan di Syajarotul-Yaqiin, lalu ia bertasbih memuji Allah selama 70.000 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar